Friday, March 28, 2014

PANTUN JADILAH DERMAWAN

oleh : Oesman Doblank

Biarlah orang lain berebut jadi sengkuNI
Tapi diam diam kita terbang ke aWAN
Siapapun yang berpihak pada hati nuraNI
Mudah baginya menjadi seorang dermaWAN

Kalau cuma sekedar sakit sariaWAN
Nggak usahlah repot repot pergi ke dokTER
Siapa saja yang berminat menjadi dermaWAN
Ngelihat orang susah otomatis langsung gemeTAR

Pasalnya, berhati nurani jiwa tak pernah membaTU
Jadi, lihat duka orang pasti ikut merasa sengsaRA
Pasalnya, tiap lihat orang susah mauya membanTU
Pas lihat orang senang tentu saja ikut gembiRA

Betapa enak melihat semangat para sukarelaWAN
Berada di daerah bencana malah siap kerja keRAS
Nggak susah kok membangun jiwa jadi dermaWAN
Malah, pola pikir mengutamakan siap kerja keRAS

Manakala pesawat ke angkasa pasti melintas aWAN
Di pesawat, penumpang bijak membangun gagaSAN
Mari kita wujudkan kebaikan dengan menjadi dermaWAN
Yang setiap saat membantu orang lain dengan keikhlaSAN

Friday, March 21, 2014

KEPINGIN MENGABDI

oleh : Oesman

Ketika ABU LUWES menyampaikan niatnya, kedua orangtuanya kontan tercengang. Sebab, mereka sudah menyiapkan program mengantar Abu Luwes ke rumah kakek untuk menikmati liburan. Untung saja, ayah dan ibu Luwes bukanlah tipikal orangtua yang tak menggubris hasrat anak. Karena mereka menggubris, setelah menarik nafas, baik sang ayah maupun sang ibu, dengan cukup hati hati bertanya kepada Abu Luwes, untuk apa dia merubah acara liburan ke rumah nenek, dan apa untungnya jika dia memanfaatkan waktu liburnya untuk bergabung dengan rekan rekannya yang ingin menjadi suksrelawan ke daerah bencana
Abu Luwes dengan sikap tenang menjelaskan, dia tertarik untuk menjadi anggota sukarelawan karena selain ingin mengetahui seperti apa duka nestapa para pengungsi banjir yang sudah berhari hari tinggal di pengungsian, dan bagaimana apresiasi mereka terhadap dirinya dan kawan kawan, yang sengaja datang dan siap menginap di tenda tenda pengungsian, dengan niat utama membantu meringankan beban para korban banjir di pengungsian, dan selama di sana Abu Luwes tak hanya siap menyumbangkan pakaian bekas layak pakai, sejumput makanan dan yang tak kalah penting adalah tenaga dan pikiran, yang siap diaplikasikan saat mereka tinggal bersama dengan para korban banjir di tenda tenda yang dijadikan untuk tinggap selama rumah mereka masih direndam air.
"Sadarkah jika yang kamu lakukan, membuat kamu tidak konsisten dengan janji dan atas apa yang akan kamu lakukan, kakek dan nenek bisa kecewa, dan mereka bisa marah karena tak suka pada cucunya yang tiba tiba berubah dari anak baik menjadi anak yang mulai berani mengingkari janji," tanya mereka.
Namun, betapa terkejutnya kedua orangtua Abu Luwes, setelah putra mereka menjelaskan, rencana ini berubah karena dirinya dan nenek sudah sepakat, dan nenek malah mendorong agar rencana Abu Luwes dilaksanakan sedangkan soal liburan atau berkunjung ke rumah nenek bisa dilakukan kapan saja.
Karena tidak percaya, sang ibu bergegas mengambil hand phone dan menghubungi ibunya. Selain untuk mengkonfirmasi apakah yang dikatakan Abu Luwes benar, sang ibunda juga ingin menanyakan ke ibunya (neneknya Abu Luwes) mengapa malah mensupport cucunya untuk menjadi sukarelawan yang dampaknya malah pergi dan menginap di lokasi pengungsian, sedangkan rencana semula liburan di rumah nenek.
Dari ujung sana, Abu Luwes jelas mendengar suara neneknya, yang malah mentertawakan anaknya dan setelah itu beliau menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan oleh cucunya sangat baik dan karena Abu Luwes memiliki kepekaan sosial dan hasratnya yang ingin mengabdi dengan tulus, sudah barang tentu harus didukung dan bukan malah dikungkung.
"Memangnya, kamu mau punya anak yang tak memiliki kepedulian sosial? Jika mau, yaa aku akan meminta kepada cucuku untuk membatalkan niatnya. Cuma, kamu nanti jangan kecewa, jika anakmu justeru tumbuh dan berkembang menjadi anak yang tidak memiliki kepekaan apapun. Dan juga jangan kaget, bila akhirnya dia memilih bergaul di lingkungan yang malah merusak masa depannya.Kamu tau, kan, apa yang bakal terjadi jika cucuku, akhirnya bergaul dengan anak anak yang suka merokok, nongkrong tidak keruan dan akhirnya akrab dengan pergaulan bebas ?"
Kedua orangtua Abu Luwes terhenyak.
Meski begitu, mereka akhirnya sepakat untuk mengijinkan putranya berangkat ke pengungsian, agar keinginan anaknya yang kepingin belajar mengabdi untuk lingkungan, berjalan dengan baik dan lancar. Malah, kedua orangtuanya sepakat untuk membekali Abu Luwes dengan aneka macam bawaan yang diwanti wanti agar sesampai di sana segera disumbangkan kepada para korban banjir yang di kemah pengungsian, memang membutuhkan uluran tangan dari siapa saja yang berjiwa dermawan




Thursday, March 20, 2014

SUARA KITA SANGAT BERARTI

oleh : Oesman 

         APRIL sudah tinggal menghitung hari dan seolah sudah benar benar di pelupuk mata. Kita tak tau apa yang akan terjadi, dan apakah partai atau para kadernya yang lewat Pemilu 9 April 2014 terpilih, akan beda dari hasil Pemilu 2009. Jika sama saja, tentu saja tak perlu terlalu kecewa. Sebab, partai politik memang bekerja bukan untuk seluruh rakyat Indonesia, tapi sebatas untuk kelompok, golongan dan partai semata.  
         Dan, sejak era reformasi tentu saja tak saja terasa tapi juga sangat kentara. Sebab, perubahaperin Indonesia ke era refor masi, bukan menciptakan sebuah perubahan yang membuat rakyat sejahtera. Tapi sebatas perubahan orang yang berkuasa. Dan perubahan pemimpin dari Soeharto ke Presiden lainnya hingga akhirnya Indonesia dinakhodai oleh Susilo Bambang Yudhoyono, tak banyak memberi arti karena yang justru menonjol bukan budaya memperbaiki diri dan juga bukan budaya ikhlas membela kepentingan rakyat. Melainkan  budaya korupsi.
          Budaya korupsi malah tak juga dilenyapkan tapi malah dibiarkan berkembang, dan KPK tak akan pernah bisa memberantas sampai ke titik nol, jika hukuman untuk para koruptor tidak membuat calon koruptor, mengurungkan niatnya untukkorupsi.
            Ringannya hukuman yang dijatuhkan untuk para koruptor, tidak bakalan menimbulkan efek jera tapi justeru dianggap tak ada apa apanya, karena jika diperhitungkan, jika seorang pejabat yang penghasilannya mencapai delapan puluh juta per bulan, dia malah rela dihukum lima tahun jika berhasil mencuri uang negara ratusan milyar.
            Mengapa? Karena jika dia tetap bekerja selama lima tahun, uang yang diperolehnya hanya mencapai Rp 80 juta x 12 bulan  x 5 tahun atau sebesar Rp. 4,8 Milyar. Karena hukumannya ringan, maka pastilah pilihan jatuh ke lebih baik korupsi  puluhan milyar, dan tinggal di penjara lima tahun di kurangii. Setelahnya, merasa bisa menikmati hidup enak karena uang hasil korupsi yang diperolehnya bisa menjadikan dirinya sebagai pengusaha.
            Begitulah kondisi yang tercipta, dan semua itu jadi realita karena kita telah memilih sosok yang tidak pandai melaksanakan amanah. Saat butuh suara kita, mereka berjanji akan memprioritaskan kesejahteraan rakyat. Tapi setelah duduk di gedung dewan dan statusnya resmi sebagai anggota DPR, yang dikonkritkan oleh mereka bukan mensejahterakan rakyat. Tapi mensejahterakan diri sendiri, dan kelompoknya
             Akankah di 9 April mendatang, setiap individu mampu memberikan suaranya ke sosok yang benar benar hanya sanggup melaksanakan amanah? Sepertinya, sulit sekali menjawab pertanyaan ini. Sebab, begitu banyak wajah lama (anggota DPR / DPRD priode silam) yang kembali merasa siap bertarung untuk mendulang suara rakyat, karena mereka tak bisa meninggalkan kursi empuk dengan begitu seja dan untuk itulah mereka kembali bertarung. Setidaknya, jika kembali berhasil, selama lima tahnn bisa oncang oncang kaki, karena budaya di gedung dewan, saat rapat komisi atau rapat paripurna, boleh tidur dan boleh tidak hadir. 
             Apa yang akan dilakukan oleh setiap pemilih agar setiap suara yang sangat berarti untuk mengubah wajah negeri ini, benar benar memberi banyak manfaat untuk kesejahteraan rakyat ? Jawabannya, ada di hati nurani masing masing.   
            

Friday, November 22, 2013

SERI EYANG KESURUPAN

CATATAN HARIAN EYANG KESURUPAN
SABTU, 33 NOVEMBER 2015

SEBENARNYA, kemarin, 32 NOVEMBER 2015, EYANG sangat kepingin nangis. Tapi, terpaksa eyang batalin. Sebab, nangis itu, kan mesti ngeliwatin proses nyang namanya sedih. Nah, begitu eyang ngerancang dan sudah mau sedih, eeeh, tau tau dibentak sama satpol PP. Pas eyang nengok sembari kaget, eeeeh dia melotot sembari bilang, " INGAT YAA... INI HALTE BUS WAY dan BUKAN HALTE BUAT NANGIS " Duuuuh, jadinya tersingguuuuuuuung banget, karena mau sedih saja mesti pada tempatnya. Padahal, begitu banyak cucu eyang yang buang sampah sembarangan sehingga got dan sungai penuh sampah dan di musim hujan akhirnya banjir
Hari ini, 33 NOVEMBER 2015, sebenarnya eyang mau ngelanjutin nangis. Cuma, mau nggak mau mesti eyang batalin.
EYANG Bukan nggak bisa nangis sembari sesenggukan. Juga bukan takut kehilangan air mata. Tapi sadar, kalau eyang nangis orang yang tinggal di tujuh kelurahan pasti bakal datang berbondong bondong, untuk memanfaatkan air mata eyang yang setiap tetesnya mengandung permata.
Itu sebabnya EYANG mesti tetep sabar. Yaa sabar, lantaran sampai 33 NOVEMBER uang pensiun belum juga bisa diambil. Padahal, biasanya, tiap tanggal 32 nyang namanya uang pensiun sudah keluar. Lantas, kenapa sampai 33 November belum juga dibayarkan?
KAYAKNYA, eyang memang mesti sabar, sesabar sabarnya dan nggak boleh sampai sabar sesubur suburnya. Sebab, kalau sabar sesubur suburnya, rekan eyang yang namanya pak SABAR dan punya seorang anak bernama SUBUR, bisa tersinggung. Terlebih, dia juga ngarepin banget supaya uang pensiun ke luar secepatnya. Sebab, anaknya yang nyaleg buat PEMILU 2016, butuh dana buat beriklan ria.
" Memang," kata pak SABAR, " KPU masih dipusingin sama soal DPT dan belum menetapkan jadwal kampanye. Tapi, anak saya harus curi start untuk beriklan ria."
Maklum, tambah pak SABAR, yang lain juga sudah pada berebut curi start.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Eyang.
Menurut Pak Sabar, makanya pada berebut curi start karena rindudapat kursi dan kalau nantinya menang, kan jadi punya keberanian buat curi uang negara.
EYANG tak bisa bilang apa2. Tapi, tetap nunggu uang pensiun keluar. Kalau sampai tanggal 37 November masih nggak dibayar juga, kayaknya nggak apa apa deh. Yang penting, kan, MA sudah mengeluarkan keputusan yang menghukum Angelina Sondakh, menjadi sekian tahun dan membayar sekian puluh milyar

Eyang senang benar tuh, waktu dua tahun silam membaca hal ini. Sebab, katanya, sebelumnya hanya divonis empat setengah tahun dan denda 500 juta perak.
Busyet deh, yang namanya koruptor, perempuan atau pria, yaa sama saja. Harus dihukum berat dan dimiskinkan. Kalau para hakim punya hati nurani dan pro rakyat, sebaiknya nyontoh keputusan Mahkamah Agung, yang menambah hukuman buat seorang koruptor bernama Angelina Sondakh, yang diberi amanah mensejahterakan rakyat malah ikut ikutan berenang di lautan korupsi

Thursday, November 7, 2013

PANTUN DANA PUN MENGALIR

oleh : Oesman Doblank


Lhoo.. ngapain sih going ke CipuLIR
Kan mau borong baju dan celaNA
Dulu.. cuma air yang lancar mengaLIR
Sekarang... yang terus ngalir justeru daNA

Siapa yang berada di sebuah ruANG
Biasanya malah sibuk berkreativiTAS
Koruptor aktif lakukan pencucian UANG
Agar misi malingnya dianggap tunTAS

Boleh saja kok punya perut genDUT
Yang penting bebas penyakit janTUNG
Dana yang mengalir ke penyanyi dangDUT
Tentu saja bukan untuk beli makanan luTUNG

Sekarang, sudah sulit mendapatkan kaSET
Makanya kaset bajakan sudah nggak bereDAR
Dana yang mengalir sepertinya memang di SET
Makanya, sang penyanyi menerima dengan saDAR

Tentu beda penyanyi dengan kondukTOR
Penyanyi tampil lincah konduktor malah teNANG
Begitulah gaya dan tingkah laku para korupTOR
Duit hasil maling digunakan buat bersenang seNANG

Monday, November 4, 2013

HOBI.... KOK DISUAP

oleh : Oesman Doblank


DALAM hal berdo'a, bokin si DOGOL kebangetan getol. Cuma, sampe hari eni, doanye belum juga dijabah. Buktinya, sang suami - Dogol, tetap saja melakoni hobinya. Yaitu, memancing. 
Memang, hobi Dogol, suaminya, sama sekali tak merugikan keuangan negara. Juga tak mempengaruhi jalannya roda pemerintahan di kelurahan. Sebab, Dogol bukan pegawai kelurahan, dan selama hobi Dogol tetap dilaksanakan, bentuk layanan masyarakat di Kelurahan tak kurang satu apa alias tetap sehat walafiat dan dinyatakan tetap berjalan.

Malah, petugas kelurahan selalu stand bye dan siap melayani setiap warga dari berbagai RW dengan sebaik baiknya. Terlebih, jika setiap warga yang minta surat keterangan yang dibutuhkan bersedia membayar lebih. 
Wow.... jangan kate diminta agar segera bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat singkatnya. Kagak diminta pun, justeru buru buru diselesaikan dan tentu saja tanpa halangan.

Bisa begitu, lantaran petugas di sana nggak punya alasan untuk berkilah kehabisan blanko. Juga malas mengatakan Pak Lurah belum datang atau sedang sibuk rapat di kecamatan atawa di kecomoton. Juga meras jenuh mengatakan yang nyimpan stempel belum datang dan laci meja kerjanya nggak tau ditaruh dimana.

Pendeknya, warga yang bersedia bayar lebih dengan permintaan khusus agar dikerjakan dengan secepat cepatnya, dalam waktu singkat, yang namanya surat keterangan kematian, surat keterangan pindah atau surat keterangan miskin banget, bakalan dibuat tanpa cidera. 

Itu sebabnya, dengan hobinya, DOGOL tak pernah merasa bersalah. Tak pernah ditegur oleh aparat. Terlebih, hobi mancingnya sama sekali tak merugikan orang lain. Pokoknya, aparat tak pernah mendapat laporan dari siapa pun - khususnya pemilik kolam pemancingan, yang melaporkan ulah Dogol yang dalam melaksanakan hobinya, tidak membayar biaya memancing. Baik dalam rangka mancing iseng maupun dalam momen lomba mancing.

Hanya, DOGOL tak bebas full. Artinya, dalam melaksanakan hobinya, dia harus terlebih dahulu menghadapi rintangan rutin, yang datang dari isterinya. Bisa demikian, bukan lantaran sang isteri tidak mendukung hobi sang suami. Tapi, lantaran merasa kedodoran. Sebab, selain menghabiskan jatah uang belanja yang dihabiskan untuk memancing, sang isteri juga kerepotan mengurus tiga anaknya yang meski pun masih kecil tapi tak beda dengan anak kecil lainnya, yaitu: bandel.

Meski begitu, DOGOL tetap bisa menarik nafas lega. Sebab, benturan kecil selalu bisa dihadapinya dan hingga saat ini, KPK tak punya alasan untuk menangkap tangan DOGOL. Selain tidak pernah menyuap ikan ikan di kolam agar dalam lomba memancing galak terhadap umpan yang dipasang di kailnya, Dogol juga tidak pernah menyogok pemilik kolam pemancingan, agar menetapkannya sebagai juara mancing.

Karena tidak pernah menyuap dan hobi mancingnya tidak dirubah jadi hobi disuap, nasib Dogol jadi jauh lebih baik dari Akil Mochtar. Sebab, Dogol tetap bisa hidup di alam bebas dan bersama keluarganya dia tak perlu menanggung malu, karena hobi memancing tak merugikan keuangan negara dan tak meruntuhkan nama baik instansi mana pun.

Hanya, entah mengapa, sang isteri masih terus berdoa agar suaminya menyetop hobi mancingnya.

Friday, October 25, 2013

PANTUN KE RUMAH SAKIT

oleh : Oesman Doank


Meski dengar suara merdu burung parKIT
Jangan mengira korupsi bisa diberanTAS
Ssstt... jangan sampai mengidap penyaKIT
Kecuali sudah punya stock uang  se TAS

Kan yang namanya virus suka berjangKIT
Jadi, kesehatan harus secara serius dijaGA
Pokoknya, kalau gak berduit jangan saKIT
Sebab, petugas rumah sakit berjiwa raja teGA

Mestinya urusan sakit tidak jadi dilemaTIS
Cuma, hati orang rumah sakit kagak miRIS
Kalo orang miskin, meski kondisinya kriTIS
Kalau gak bayar DP gak bakalan digubRIS

Yang jelas burung dara bukan burung parKIT
Kalau burung kakak tua menclok di jendeLA
Masih adakah kemuliaan jiwa pihak rumah saKIT
Jika si miskin berobat bukan diurus malah diceLA





Saturday, October 19, 2013

CERITA (6)

HATI SELEMBUT SAGU
Oleh: Oesman Doank

ENAM

    " Kenape gue bilang gitu. Sebab, mesti umur si Leha jauh lebih mude dari kite, tapi ilmu cipoanye tinggi. Gue tuh salut, lantaran di usienye nyang masih muda, die kagak pelit ngebagi ilmu, kagak pelit ngebagi ape aje kalo lagi punya," tambah bu Sruntul
    " Lhoo... emangnye bu Sruntul baru tau siepe Juleha," sahut Juleha nyang kayaknye makin mabok pujian, lantaran keberhasilannya ngebohongin suami diapresiasi oleh para ibu yang hobinya ngerumpi bangets
    " Iye... Iye... gue tau lu selalu sukses nerapin ilmu cipoa," sela bu Ani Ketimpring sembari manfaatin peluang buat ngingetin Juleha supaya bersedia keluarin duit buat beli konsumsi
    "Cuma... cepet dong keluarin dana. Kan di depan kita semue belon ada konsumsi. Jadi, nyang hari ini sukses, kayaknye wajib deh traktir kite semua"
    "Kayaknye gue bukan cuma bilang setuju, tuh," samber bu Tuminah
    "Kalo perlu, demi mendukung kesuksesan Juleha, gue siap kok ninggalin forum sejenak buat ke toko si Peyang," tambah bu Tuminah sembari nyodorin tangan ke Juleha
    "Bener nih lu mau cabut ke toko si Peyang," tanya Juleha tanpa mikir kenape dirinye nyang mesti traktir.
    "Yaaa ampuuun... gue tuh kalo udeh ngomong pasti konsekwen, Ha. Nyang penting, hari ini kan kite lebih hepi dari hari kemaren. Iye, ngga.... Iye nggak, " timpal bu Tuminah
    "Laaah iye dong.. masa sih iye ding," ibu ibu yang lain langsung mengomentari
    Tanpa ragu, Juleha nyang atinye lagi seneeeeeeeeng banget, ngeluarin dua lembar lima puluh ribuan. Tapi, sebelon nyerahin ke bu Tuminah, Juleha pesen.
    " Inget... jangan lupe beliin rokok kesayangan gue"
    "Beres, boss" kate Bu Tuminah nyang langsung nyamber duit dari tangan Juleha.
     Begitu terima doku, bu Tuminah nyang sebenernye berbodi tambun,kayak nggak kesulitan berdiri. 
     "Doain gue yee supaye selamet di perjalanan dan lancar kembali ke tempat ini," bu Tuminah nyempetin berseloroh. 
     Ibu ibu nyang ngeliat ulah Bu Tuminah spontan cekakakan.
     " Gue malah ngedoain lu digodain brondong bego," celetuk Juleha.
     Bu Tuminah nggak ngegubris celetukan Juleha. Dengan wajah berseri seri dan hati sumringah, Bu Tuminah buru buru  meninggalkan ruang tamu nyang dijadikan pusat ngerumpi habis habisan.



Bersambung…….

Monday, October 14, 2013

CERITA (5)

HATI SELEMBUT SAGU
Oleh : Oesman Doank

LIMA


          Cuman, meski kesel, Komeng nyang ngerasa baru aje dikentutin sama Juleha, berusaha ngeredam emosi.
          " Kepale boleh panas. Tapi ati gue kudu tetep dingin," kate Komeng, nyang kembali narik nafas panjang, lantaran die kagak mau emosinye meledak meski mulai paham, kalau laporan laporan sebelonnya bukan sekedar isapan jempol atawa isepan jari manis.
          Tapi udeh bener bener isepan jet pump merk terkenal nyang sedotannye kenceng 
          Die pasti ada di markasnye
          Komeng nyang mulai yakin kalo bokinnye ada di markas rumpian,bertekad meluncur ke lokasi nyang beda dua gang dari rumahnye


           "Wuuuuuuu... gue kire langsung diblokir," kate Romli sembari beringsut dari kursi
    

TIGA


      JULEHA nggak mikir panjang. Nyang ada di pikiran Juleha, lakinya ada di kantor, sama sekali kagak mikir gimane kalo lakinya justeru tidak di kantor tapi sudah di rumah. Lantaran sebatas mikirin kepentingan pribadinye, Juleha cuma nyimpulin kalo dirinye udeh sukses dalam hal nyipoain suami. Dan, memang seperti itulah yang ditargetin oleh Juleha setiap hari.
      Makanye, kelar nge-off selulernye, Juleha bekoar.
      "Gimane friend.... hebat nggak tuh akting gue" 
      Meski usia ibu ibu yang lain jauh lebih tua dari Juleha, tak satu pun yang menganggap gaya Juleha ngelunjak lantaran begue gue. Karena serasa sudah akrab dan menyatu dalam grup, mereka malah langsung menanggapi sembari cekakakan.
     " Lu emang hebat, Ha. Pokoknye, dalem hal ini top markotop brontop, deh" kate Bu Edy nyang wajahnye lumayan jelek tapi cukup beruntung lantaran dapet laki ganteng dan berpenghasilan super lumayan.
     Bu Markonah nyang sebenernya kagak banyak omong karena termasuk anggota nyang kepaksa ikut grup supaye dianggap gaul dan inten bertetangga, tumben tumbenan mau nyerobot.
     " Kapan yee gue bisa ngikutin jejak lu. Soalnye, gue tuh pasti kesulitan kalo mau ngebohongin suami. Bukannya nggak pernah ngebohong. Soalnye, kalo sama tukang kredit gue pasti ngebohong. Tiap ditagih gue bisa bilang lagi nggak punye duit"
    " Makanye belajar sama si Leha," selak bu Sruntul yang memanfaatkan peluang buat ngangkat Juleha lantaran die punya misi paling indah, mau minjem doku sekarang tapi bayarnya kalau kebetulan inget.



Bersambung

Saturday, October 12, 2013

PANTUN SUARA HATI

oleh : Oesman Doblank


Kata engkong, sebelum beli mesti teliTI
Sebab, gak sedikit pedagang yang cuRANG
Siapa yang suka mendengarkan suara haTI
Tak akan lakukan perbuatan yang dilaRANG

Mendengar suara hati mestinya yaKIN
Betapa rugi bila suara hati diabaiKAN
Melihat teman atau saudara yang misKIN
Janganlah duka deritanya malah dibiarKAN

Burung yang cepat jinak namanya merpaTI
Dilepas ditempat jauh dia bakal cepat puLANG
Siapa yang suka dengarkan suara haTI
Kepribadiannya gak bakalan bisa hiLANG

Dulu begitu banyak yang namanya pedaTI
Sekarang tak lagi digunakan tuk transportaSI
Pejabat yang selalu memahami suara haTI
Nggak bakalan kepincut tuk lakukan korupSI

Jelas beda dong merpati dengan seriTI
Meski burung, keduany bisa beradaptaSI
Karena tak suka mendengarkan suara haTI
Begitu dapat jabatan, malah nafsu tuk korupSI

Kalau di rumah punya kucing beLANG
Sesekali boleh saja diberi minum suSU
Nggak mungkin korupsi bisa cepat hiLANG
Jika pas menjabat tak mau kendalikan hawa nafSU