oleh : Oesman Doblank
DALAM hal berdo'a, bokin si DOGOL kebangetan getol. Cuma, sampe hari eni, doanye belum juga dijabah. Buktinya, sang suami - Dogol, tetap saja melakoni hobinya. Yaitu, memancing.
Memang, hobi Dogol, suaminya, sama sekali tak merugikan keuangan negara. Juga tak mempengaruhi jalannya roda pemerintahan di kelurahan. Sebab, Dogol bukan pegawai kelurahan, dan selama hobi Dogol tetap dilaksanakan, bentuk layanan masyarakat di Kelurahan tak kurang satu apa alias tetap sehat walafiat dan dinyatakan tetap berjalan.
Malah, petugas kelurahan selalu stand bye dan siap melayani setiap warga dari berbagai RW dengan sebaik baiknya. Terlebih, jika setiap warga yang minta surat keterangan yang dibutuhkan bersedia membayar lebih.
Wow.... jangan kate diminta agar segera bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat singkatnya. Kagak diminta pun, justeru buru buru diselesaikan dan tentu saja tanpa halangan.
Bisa begitu, lantaran petugas di sana nggak punya alasan untuk berkilah kehabisan blanko. Juga malas mengatakan Pak Lurah belum datang atau sedang sibuk rapat di kecamatan atawa di kecomoton. Juga meras jenuh mengatakan yang nyimpan stempel belum datang dan laci meja kerjanya nggak tau ditaruh dimana.
Pendeknya, warga yang bersedia bayar lebih dengan permintaan khusus agar dikerjakan dengan secepat cepatnya, dalam waktu singkat, yang namanya surat keterangan kematian, surat keterangan pindah atau surat keterangan miskin banget, bakalan dibuat tanpa cidera.
Itu sebabnya, dengan hobinya, DOGOL tak pernah merasa bersalah. Tak pernah ditegur oleh aparat. Terlebih, hobi mancingnya sama sekali tak merugikan orang lain. Pokoknya, aparat tak pernah mendapat laporan dari siapa pun - khususnya pemilik kolam pemancingan, yang melaporkan ulah Dogol yang dalam melaksanakan hobinya, tidak membayar biaya memancing. Baik dalam rangka mancing iseng maupun dalam momen lomba mancing.
Hanya, DOGOL tak bebas full. Artinya, dalam melaksanakan hobinya, dia harus terlebih dahulu menghadapi rintangan rutin, yang datang dari isterinya. Bisa demikian, bukan lantaran sang isteri tidak mendukung hobi sang suami. Tapi, lantaran merasa kedodoran. Sebab, selain menghabiskan jatah uang belanja yang dihabiskan untuk memancing, sang isteri juga kerepotan mengurus tiga anaknya yang meski pun masih kecil tapi tak beda dengan anak kecil lainnya, yaitu: bandel.
Meski begitu, DOGOL tetap bisa menarik nafas lega. Sebab, benturan kecil selalu bisa dihadapinya dan hingga saat ini, KPK tak punya alasan untuk menangkap tangan DOGOL. Selain tidak pernah menyuap ikan ikan di kolam agar dalam lomba memancing galak terhadap umpan yang dipasang di kailnya, Dogol juga tidak pernah menyogok pemilik kolam pemancingan, agar menetapkannya sebagai juara mancing.
Karena tidak pernah menyuap dan hobi mancingnya tidak dirubah jadi hobi disuap, nasib Dogol jadi jauh lebih baik dari Akil Mochtar. Sebab, Dogol tetap bisa hidup di alam bebas dan bersama keluarganya dia tak perlu menanggung malu, karena hobi memancing tak merugikan keuangan negara dan tak meruntuhkan nama baik instansi mana pun.
Hanya, entah mengapa, sang isteri masih terus berdoa agar suaminya menyetop hobi mancingnya.
0 komentar:
Post a Comment