SUARA kehidupan itu tak saja layak disebut sangat beraneka. Tapi juga sangat jamak jika dikatakan beraneka ragam. Meski begitu, teridentiifikasi menjadi tiga bagian. Pertama, disebut suara kebenaran, kedua adalah suara kemunafikan dan ketiga adalah suara keraguan
Dari ketiga jenis suara khas dalam kehidupan, yang lebih banyak dipergunakan adalah suara kemunafikan. Suara ini, tak saja disukai oleh banyak orang tapi juga kerap kali dan bahkan selalu dimanfaatkan. Dan yang paling kentara di saat musim kampanye tiba.
Jelang pemilu atau pilkada, kehadiran suara kemunafikan sangat mendominasi. Anehnya, meski diketahui bahwa yang disuarakan hanya sebatas kepalsuan tapi begitu banyak yang justeru berkenan mendengarkan. Bahkan, tak hanya sebatas berkenan mendengarkan. Tapi juga sampai berkenan mempercayai bahwa yang disuarakan bakal diwujud-nyatakan.
Namun, mereka yang semula berkenan mendengar dan meyakini, pada akhirnya menyadari bahwa suara yang pernah didengar begitu indah tak lebih dari sebuah kemunafikan yang nyata. Sebab, setelahnya malah sama sekali tak terbukti. Sebab, suara yang ketika kampanye diucapkan dengan lantang, dengan intonasi yang beraturan dan dengan irama yang menghanyutkan, tak satu pun yang direaliasasi.
Kalau pun kemudian terbukti, bukan realisasi dari suara yang pernah diucapkan agar rakyat memilih dirinya jadi petinggi. Tapi, bukti adanya kenyataan mereka ditangkap KPK karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi.
Suara para penipu tak saja ramai terdengar di jelang pemilu atawa pilkada. Tapi,juga kerap terekam oleh jutaan telinga, yang berangan angan mendapat rezeki nomplok. Dan, tanpa disadari akhirnya suara itu datang melalui seluler. Karena tak hanya santun dalam mengurai kata jadi kalimat, telinga dari orang orang yang berangan angan dapat rezeki nomplok, tak saja terbuai dan sangat menikmati indahnya informasi yang disampaikan. Tapi, sekaligus yakin bahwa yang disampaikan sesuai dengan yang diinginkan.
Dan, ketika akhirnya sampai ke kalimat terindah, Anda berhak atas hadiah bernilai puluhan juta rupiah atau anda menjadi pemenang undian berhadiah mobil berharga ratusan juta rupiah, info itu tak lagi dicerna apakah benar atau sebaliknya. Sebab, suara dengan tutur kata indah yang menyampaikan informasi yang isinya memang sedang dalam catatan angan angan, maka semua informasi yang mengandung intruksi agar segera mentransfer uang sekian juta untuk persyaratan, tanpa pikir panjang permintaan para penipu secepatnya dipenuhi.
Apa yang kemudian terjadi setelah dengan bergegas mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening atas nama orang yang hanya dikenal suaranya tapi sama sekali tak pernah melihat sosoknya?
Tentu saja rasa menyesal yang sangat mendalam, karena baru sadar kalau dirinya baru saja kena tipu alias baru saja jadi korban penipuan.
Jika tak pernah ingin menjadi korban penipuan, abaikan suara yang terdengar sangat indah dari orang yang sama sekali tak dikenal. Tentu saja tak sebatas suara indah yang menjanjikan hadiah. Tapi juga suara indah yang seolah olah tampil sebagai dewa penolong, karena tanpa diminta telah menghubungi dan menginformasikan bahwa salah satu keluarga kita berada di rumah sakit dan demi keselamatan harus segera mentransfer sejumlah uang untuk biaya rumah sakit.
Pun suara yang menyebutkan anak tertangkap polisi karena terlibat narkoba, dan orang di sebrang sana lantas mengintruksikan agar segera mentransfer sejumlah uang agar sang anak segera dibebaskan.
Terhadap suara suara indah, penuh pesona yang tiba tiba datang lewat seluler atau telepon rumah, sebaiknya tidak perlu digubris, karena itulah suara para penipu yang ingin memperdaya.
Thursday, April 17, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment