Monday, April 7, 2014

MENENTUKAN NASIB CALEG

oleh : Oesman Doblank

TAHUKAH anda siapa yang saat ini sedang ketir ketir dan rajin berdoa tapi doanya bukan memohon agar rakyat disejahterakan tapi meminta agar rakyat mencoblos gambarnya karena ingin status calegnya berubah menjadi anggota dewan yang terpilih.

Berarti, rakyat semakin diperhitungkan sebagai sosok yang diharapkan membantu para caleg untuk memilih dirinya. Karena rakyat dipandang sebagai sosok yang dapat menentukan nasib lewat pilihannya, tak heran jika para celeg mulai ketar ketir.Mulai deg deg plas, sebab kalau tenang jauh dari mungkin mengingat sejak masa pencalonan sampai masa kampanye berakhir, entah sudah berapa banyak biaya yang dihabiskan

Dan semua caleg rela menghabiskan biaya yang jumlahnya mulai dari ratusan jutabentuksampai milyaran, lantaran mereka punya keinginan dan jika terpilih secara resmi menjadi anggota dewan, yang kemudian secara resmi dipikirkan bukan menepati janji untuk mensejahterakan. Tapi, bagaimana bisa secepatnya mengembalikan uang yang sudah dihabiskan. Mengingat, uang yang digunakan bisa saja dari hasil ngutang dan harus segera dikemalikan, baik dalam bentuk dana segar maupun dalam bentuk proyek bernilai milyaran

Konpensasi mengganti atau membayar uang pinjaman lewat proyek yang diperjuangkan setelah jadi anggota dewan, bukan hal baru. Tapi, seperti jadi aktivitas berkesinambungan. Untuk itulah, persiapan dana untuk memenangkan diri sebagai caleg, tak hanya dipersiapkan sejak proses penentuan caleg sampai akhir masa kampanye. Tapi, juga disediakan dana untuk jelang pencoblosan.

Tak heran jika dalam pemilu selalu ada aktivitas serangan fajar.

Apakah anda ingin jadi penentu nasib para caleg dengan semangat menanti kedatangan tim sukses para caleg yang sudah merancang program serangan fajar dengan kehebatan masing masing dan kekuatan dana yang sudah disiapkan, agar setelah menyerang di waktu fajar, pemilih yang mendapat serangan fajar jadi hanya fokus ke caleg yang menyodorkan amplop berisi uang dan sembako atau dalam bentuk yang lain?

Sebagai penentu nasib yang kekuatan anda dibutuhkan sekali dalam lima tahun, sebagai penentu nasib para celeg yang ingin terpilih menjadi anggota dewan, yang berhak untuk menjawab atau menentukan tentu saja setiap pemilih. Akan mencoblos sesuai hati nurani atau sesuai dengan jumlah dana yang diterima saat di serang dalam operasi serangan fajar, bergantung pada kepribadian setiap pemilih yang 9 April akan berada di dalam bilik suara, dan sedikit repot karena harus memilih Partai, DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI atau DPD

Semua tentu saja terserah anda. Yang jelas di 9 April 2014, kita semua ditetapkan sebagai pemilih yang menentukan nasib para caleg, yang siap melupakan janjinya setelah terpilih dan siap menjadi penghuni rumah sakit jiwa, karena tak kuat menanggung beban mental setelah mengetahui dirinya tak dipilih oleh rakyat


0 komentar:

Post a Comment